Sabtu, 14 Juni 2014

Hujan, Waktu dan Rindu

Laut berbuih, pecah !
Terhempas keras karang,
Menguap ke langit.

waktu menjanjikanku tentang ungkapan rahasianya.
ketika hujan berinai-rinai menggores jendela
sepatut tetesan kopi dipinggir cangkirku.

waktu menjanjikanku rahasia tentang hujan
mengapa ia berinai meraungkan namamu ?
dan, mengapa kau diam dalam tiap tetes ?

kau berkata,
saat asa itu berbuih,
kau memeluknya di langit
dan menghantarkannya padaku
untuk dinyanyikan sebagai rahasia waktu.

jika itu benar, maka itu bukan rahasia !
tapi, aku lupa asa.

asa apa yang sudah aku larung ke laut hingga berbuih ?
aku juga lupa kepada siapa asa itu ku larung?

kau tersenyum meski diam.
samar-samar ku dengar
"Hujan mengutuki waktu yang membawa Rahasiamu tentang Rindu yang kau larung"

2 komentar:

  1. Mulai menulis aja itu sudah luar biasa, apalagi berani mempublikasikan karyanya.
    Teruslah menulis. Karya-karya hebat itu lahir dari karya-karya sederhana yang dilakukan berulang-ulang....

    #Jadikan ini satu menjadi antologi piusi...!!!
    #Perbanyak membaca penggunaan tanda baca dan penggunan huruf (EYD)
    #SEMANGAT...!!! Saya tunggu karya selanjutnya :) Ok
    Jangan pernah berhenti menulis...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye...
      makasih banyak Dahlia..
      kritikan yg seperti ini yg sy butuhkan..

      sy.org yg buta sastra, tp sy ingin.menulis..

      bntu saya dengan terus di kritik

      Hapus