Laut berbuih, pecah !
Terhempas keras karang,
Menguap ke langit.
waktu menjanjikanku tentang ungkapan rahasianya.
ketika hujan berinai-rinai menggores jendela
sepatut tetesan kopi dipinggir cangkirku.
waktu menjanjikanku rahasia tentang hujan
mengapa ia berinai meraungkan namamu ?
dan, mengapa kau diam dalam tiap tetes ?
kau berkata,
saat asa itu berbuih,
kau memeluknya di langit
dan menghantarkannya padaku
untuk dinyanyikan sebagai rahasia waktu.
jika itu benar, maka itu bukan rahasia !
tapi, aku lupa asa.
asa apa yang sudah aku larung ke laut hingga berbuih ?
aku juga lupa kepada siapa asa itu ku larung?
kau tersenyum meski diam.
samar-samar ku dengar
"Hujan mengutuki waktu yang membawa Rahasiamu tentang Rindu yang kau larung"
Mulai menulis aja itu sudah luar biasa, apalagi berani mempublikasikan karyanya.
BalasHapusTeruslah menulis. Karya-karya hebat itu lahir dari karya-karya sederhana yang dilakukan berulang-ulang....
#Jadikan ini satu menjadi antologi piusi...!!!
#Perbanyak membaca penggunaan tanda baca dan penggunan huruf (EYD)
#SEMANGAT...!!! Saya tunggu karya selanjutnya :) Ok
Jangan pernah berhenti menulis...!!!
iye...
Hapusmakasih banyak Dahlia..
kritikan yg seperti ini yg sy butuhkan..
sy.org yg buta sastra, tp sy ingin.menulis..
bntu saya dengan terus di kritik