Sabtu, 25 Oktober 2014

Pucuk Kemarau

dari pucuk-pucuk kemarau
ada setetes asa di sana
menggambarkan siluetmu di balik jendela

dari pucuk-pucuk kemarau
merekah bunga kerinduan pada hembusan nafasmu

dari pucuk-pucuk kemarau
masa hanya tinggal asa
mengeringkanmu dalam dekap kelopak rindu

membungkus masa pada tiap embun
sekedar meratapi kemarau yang kian ke pucuk
tenang, dalam rapalan do'a

jika aku harus merapal
kurapalkan kau jadi gerimis malam ini
menjadikan pucuk-pucuk tak lagi bertahan di kemarau
tapi merekah di ujung hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar