Sabtu, 25 Oktober 2014

Daun Rindu

dan aku termangu di sini.
setengah menganga menyedot angan yang tersisa
kau menari tepat di atasku,
saling menggesek memori.

dan aku termangu di sini.
setengah menganga menyerap rindu yang menggenang
kau berayun tepat di atasku,
seret angin sembunyi ingin.

kau masih menari dalam ayunan angin
meski ku ingin, memoriku hanya mampu merindu.

ada kau di sini, tepat di sebelahku
diam, tapi paham makna sendiri !

kutitip satu kata rindu di pucukmu,
dan kau kembali menari dalam ayunan angin
berhenti tepat dalam pusara.
menyusup, menyimpan rinduku, 
kering bersama tanah yang pucat !

Pucuk Kemarau

dari pucuk-pucuk kemarau
ada setetes asa di sana
menggambarkan siluetmu di balik jendela

dari pucuk-pucuk kemarau
merekah bunga kerinduan pada hembusan nafasmu

dari pucuk-pucuk kemarau
masa hanya tinggal asa
mengeringkanmu dalam dekap kelopak rindu

membungkus masa pada tiap embun
sekedar meratapi kemarau yang kian ke pucuk
tenang, dalam rapalan do'a

jika aku harus merapal
kurapalkan kau jadi gerimis malam ini
menjadikan pucuk-pucuk tak lagi bertahan di kemarau
tapi merekah di ujung hujan